GOTONG ROYONG, POLSEK KENDURUAN MEMBANTU WARGA UNTUK KERJA BAKTI

tribratanewstuban.com -Saling menghormati dan Gotong Royong masih kental dalam adat istiadat di wilayah Kecamatan Kenduruan Kabupaten Tuban. Warga yang tinggal di wilayah yang berbatasan langsung dengan Kecamatan Bangilan tersebut sering melaksanakan gotong royong, baik dalam mendirikan sebuah bangunan, fasilitis umum maupun bersih bersih kampung.

Seperti yang terlihat pagi tadi Kamis ( 6 April 2017 ), AIPTU Hartono Bhabinkamtibmas Desa Bendonglateng bersama warga melaksanakan kerja bakti membersihkan rumput rumput liar di tepi jalan poros desa tersebut.
Budaya gotong royong dan kerja bakti, saling toleransi serta hormat menghormati masih dijaga oleh warga sehingga warga selalu kompak dalam bergotong royong.

“ Kami sudah biasa melaksanakan gotong royong seperti ini karena hal tersebut merupakan budaya warga ” Terang AIPTU Hartono.

AIPTU hartono menyampaikan bahwa dirinya selalu diberitahu oleh warga bila ada kerja bakti.

“ Polsek selalu diberitahu, sehingga kami selalu ikut bila ada kerja bakti”, Imbuhnya.

Budaya yang gotong royong yang belakangan ini mulai luntur di tengah tengah perkembangan jaman tersebut, diharapkan bisa menular ke daerah lain, sehingga persatuan dan kesatuan antar sesama bisa terjalin dengan erat.

 

HUMAS POLSEK KENDURUAN

BIAR PANAS DAN HUJAN BUKAN HAMBATAN IPDA SUHARDI UNTUK CEGAH MACET DAN ANGKA LAKA LANTAS

tribratanewstuban.com – Petugas Kepolisian Sektor (Polsek) Jatirogo Polres Tuban Sejak pagi pukul 06.30 WIB mulai melaksanakan pengaturan dibeberapa simpul jalan dan jalan raya depan sekolahan,  Kamis (6/4/2017). Kegiatan pengaturan tersebut bertujuan untuk mengurai kemacetan dan meminimalisir angka kecelakaan lalulintas.

Ipda Suhardi Kanit Lantas Polsek Jatirogo menjelaskan bahwa pengaturan laluntas tersebut disengaja dilaksankan oleh petugas pada jam-jam berangkat maupun pulang sekolah untuk memberikan kelancaran arus terutamanya agar para pelajar tidak terlambat masuk sekolah.

Dalam kegiatan pengaturan tersebut petugas juga memberi himbaun kepada pengendara untuk mentaati tatatertib berlalulintas dan para pengendara sepeda motor menyalakan lampu utama pada siang hari.

“Diharapkan dengan kegiatan pengaturan, arus kendaraan lancar tidak ada kemacetan dan dapat mengurangi angka kecelakaan lalulintas” ucap Ipda Suhardi.

 

HUMAS POLSEK JATIROGO

AYO SEMANGAT !! ITULAH TERIAKAN SEMANGAT KEDUA POLISI KENDURUAN INI DAN WARGA SALING BAHU MEMBAHU

tribratanewstuban.com – Dalam upaya memperkuat pengamanan secara swakarsa, Kanit Binmas Polsek Kenduruan AIPTU PONIMAN bersama Bhabinkamtibmas BRIGADIR RIYONO bersama warga masyarakat Desa Jlodro, Kec. Kenduruan, Kab. Tuban bahu membahu mendirikan Pos Kamling di Dusun Krajan, RT 1 / RW 2 secara gotongroyong,  Rabu ( 5 April 2017 ).

“Dengan didirikannya Poskamling yang baru, diharapkan masyarakat semakin giat dalam berpartisipasi dibidang keamanan dan ketertiban di lingkungannya”. Ungkap AIPTU PONIMAN yang pada saat itu turut membantu kegiatan pembangunan Poskamling.
Diharapkan dengan penambahan Poskamling di Desa Jlodro tersebut, warga Masyarakat dapat merasa lebih aman dan nyaman karena dibeberapa sudut jalan Desa sudah terdapat Poskamling dan Jadwal yang sudah di sepekati bersama.

Karena Poskamling merupakan benteng keamanan dan menjadi basis deteksi segala permasalahan yang timbul di wilayah desa diharapkan Keamanan dan ketertiban dapat terpelihara dengan baik. Selain itu,  pembangunan Poskamling tersebut untuk melaksanakan perintah pimpinan, keberadaan Poskamling diwilayah Kec. Kenduruan, Kab. Tuban dengan maksud dan tujuan menciptakan rasa tentram dan aman dilingkungan tempat tinggal serta meningkatkan jalinan silaturahmi antar warga.

 

HUMAS POLSEK KENDURUAN

MEMBERI TAK MEMBUATMU JATUH MISKIN, AIPTU SUGONO BERBAGI KEBAHAGIAAN

tribratanewstuban.com – Polri tak henti-hentinya menjadi sorotan publik, tidak hanya prestasi yang menjadikan sorotan, tetapi sikap yang dermawan dan baik hati dari seorang Polisi satu ini juga menjadi sorotan, beliau adalah AIPTU SUGONO.
AIPTU SUGONO, pria kelahiran Tuban, 12 Agustus 1964 ini menjadi buah bibir bagi sebagian warga di Kecamatan Kenduruan. Polisi yang akrab dipanggil pak GONO ini dikenal warga sebagai polisi yang baik hati, senang membantu. Terkadang AIPTU SUGONO suka memberikan makanan untuk tukang becak, ibu-ibu penggembala kambing, atau kepada warga yang terlihat kesusahan.
“ Ketemu di jalan atau di mana pun kadang bapak polisi itu sering menegur, orangnya ramah. Sopan dan santun,” ungkap mbah Moro, salah satu warga yang tinggal di Dusun Jetis Desa Sidomukti, Kec. Kenduruan, Kab. Tuban.
Menurut mbah Moro, AIPTU SUGONO tidak pernah menunjukan sikap seorang polisi yang kaku. Ia menyapa semua orang bahkan anak kecil sekali pun.
AIPTU SUGONO juga dikenal tegas dalam melindungi warga, ramah dan pandai bergaul.
Sementara itu, saat ditemui di Mapolsek Kenduruan, Rabu ( 5 April 2017 ), AIPTU SUGONO sempat tidak ingin diwawancarai. Ia mengakui semua yang diceritakan beberapa warga, tetapi dirinya sempat menolak untuk dberitakan. Namun setelah Kasi Humas Polsek Kenduruanminta izin pimpinan, pria yang menjabat sebagai Kasium berpangkat Ajun Inspektur Polisi Satu itu pun mau berbagi sekilas tentang kisah hidupnya.
AIPTU SUGONO bertugas di Polsek Kenduruan sejak tahun 2000. Baginya, di mana pun tinggal harus mau berbaur dengan masyarakat. AIPTU SUGONO mengaku sejak kecil diajarkan untuk baik dengan siapapun termasuk dengan masyarakat, serta membantu orang yang sedang kesusahan.
Terkadang ia sisihkan gajinya untuk memberi makan orang yang kesusahan. Jika ada acara-acara di polsek dan makanan berlimpah, ia kadang memberikan makanan kepada pedagang di pasar, tukang becak, ibu-ibu penggembala kambing bahkan anak-anak.

“ Cuma memberi makanan kan tidak susah,” ucap AIPTU SUGONO.

AIPTU SUGONO lahir di Tuban Jawa Timur. Beristri SULASMINI, beliau memiliki dua orang  anak, GANI APRI PRATAMA dan FELA DINA OKTAVIANI. Sebelum masuk polisi, AIPTU SUGONO sempat menjadi pekerja di salah satu perusahan di Kalimantan Timur selama satu tahun. Kemudian pada 1985 AIPTU SUGONO akhirnya mendaftar polisi melalui jalur Secaba Militer Sukarelawan.

Pada tahun 1985-1986,  AIPTU SUGONO diterima kemudian ditugaskan Polda Kalimantan Timur, dan pada tahun 1987 s/d 1999 AIPTU SUGONO di tugaskan Polres Kutai Polda Kalimantan Timur. Kemudian Pada 2000 AIPTU SUGONO kemudian dipindah menjadi anggota Polda Jatim, kemudian bergeser ke Polres Tuban. Lalu dipindah lagi ke Polsek Kenduruan Polres Tuban Pada tahun 2000 dan menjabat Kasium Polsek Kenduruan, dan karena dedikasinya yang tinggi untuk kesatuan selanjutnya AIPTU SUGONO dipercaya oleh pimpinan untuk menjabat sebagai Bhabinkamtibmas di Desa Sokogrenjeng, Kec. Kenduruan, Kab. Tuban hingga sampai sekarang.

 

HUMAS POLSEK KENDURUAN

Kapolres Cek Pembangunan Perumahan PROMOTER REGENCY

Tribratanewstuban.com. Disela sela kesibukan AKBP Fadly Samad SH. Sik sebagai Kapolres Tuban beliau selalu menyempatkan untuk mengecek perkembangan pembangunan perumahan Promoter Regency yang terletak di kawasan desa Tegalagung, kecamatan Semanding, kab. Tuban, Jawa Timur, Kamis (6/4/2017)

Pengecekan bertujuan untuk memastikan pembangunan perumahan Promoter Regency sesuai dengan perencanaan yang sudah ada

Kapolres Tuban mengatakan “Saya akan sering mengecek perkembangan pembangunan perumahan Promoter Regency ini, untuk memastikan pembangunan perumahan ini berjalan sesuai perencanaan yang sudah ada”, ungkapnya.

“Program perumahan ini bertujuan untuk mensejahterakan anggota yang sejalan dengan program Promoter Kapolri” imbuh Kapolres asli Makasar ini.

(Katon kontributor Tribratanewstuban)

POLSEK KENDURUAN TERAPKAN PROBLEM SOLVER ORIENTED DAN HUMANISTIC APPROACH

tribratanewstuban.com – Paradigma baru yang sedang dikembangkan Polri saat ini berorientasi kepada pemecahan masalah-masalah masyarakat (problem solver oriented), dengan berbasis pada potensi-potensi sumber daya lokal dan kedekatan dengan masyarakat yang lebih manusiawi (humanistic approach). Dengan paradigma baru ini diharapkan lahirnya polisi sipil yang humanis, terutama di jajaran Kepolisian Resort Tuban. Seperti dikatakan Sir Robert Mark di era modern senjata polisi bukan lagi water canon, gas air mata ataupun peluru karet, melainkan simpati dari masyarakat. Terciptanya simpati masyarakat ini hanya bisa diraih dari keberadaan polisi yang humanis di berbagai lini kehidupan sosial masyarakat.
Bagaimana polisi humanis bisa lahir? Tiada cara lain selain jajaran kepolisian harus terus menerus hadir, hidup, dan merasakan denyut nadi kehidupan masyarakatnya. Dengan adanya interaksi yang terus menerus tersebut polisi makin bisa bersama-sama dengan masyarakat mencari jalan keluar atau menyelesaikan masalah sosial, terutama masalah keamanan yang terjadi dalam kehidupan masyarakat. Dengan adanya interaksi yang terus menerus tersebut polisi akan bisa senantiasa berupaya untuk mengurangi rasa ketakutan masyarakat terhadap akan adanya gangguan kriminalitas.

Dengan adanya interaksi yang terus menerus itu polisi lebih bisa mengutamakan pencegahan kriminalitas (crime prevention). Dengan adanya interaksi yang terus menerus tersebut polisi lebih bisa berupaya meningkatkan kualitas hidup masyarakatnya. Seperti kata Satjipto Rahardjo tugas utama aparat kepolisian tidak hanya untuk melawan kejahatan, lebih dari itu harus mampu mencari dan melenyapkan sumber kejahatan tersebut.

Dengan adanya interaksi yang terus menerus masyarakat akan merasakan bahwa polisi benar-benar sebagai sahabat sejatinya. Di Jepang misalnya, polisi benar-benar dianggap sebagai sahabat sejati masyarakat. Sikap-sikap humanis yang diterapkan jajaran kepolisian membuat masyarakat cenderung mematuhi perintah seorang anggota polisi. Akibatnya, bagi masyarakat Jepang ditangkap oleh polisi adalah pengalaman yang memalukan. Meskipun jarang sekali dari mereka yang tertangkap oleh polisi benar-benar dihukum. Sebab, polisi Jepang lebih bersikap sebagai juru rawat yang senantiasa mengayomi dan membimbing masyarakatnya. Polisi Jepang sendiri kerap melakukan kunjungan rutin ke rumah-rumah masyarakat yang berada di wilayah binaannya. Selain bersilaturahmi, para polisi itu juga menanyakan aktivitas pemilik rumah yang dikunjunginya.Interaksi yang humanis inilah yang menanamkan nilai-nilai persahabatan antara masyarakat dan polisi.

Di Indonesia konsep polisi yang humanis ini mulai disosialisasikan Mabes Polri. Aparat polisi lalulintas sebagai etalase Polri dijadikan contoh penjabaran konsep paradigma baru Polri. Diharapkan melalui keberadaan aparat kepolisian lalulintas (polantas) citra simpatik Polri terbangun. Saat ini Polri tengah berupaya mengubah citra petugas polantas di jalanan dari citra sebagai pengganggu menjadi pelayan dan sahabat pengguna jalan, dengan melakukan tindakan simpatik. Proyek percontohannya dilakukan secara berkala selama tiga bulan.

Pola kegiatan yang dilakukan adalah seluruh petugas polantas wajib melakukan tindakan pembinaan kepada masyarakat, dimana setiap menghentikan pelanggar lalulintas tidak dilakukan penindakan hukum (tilang), melainkan dengan peneguran dan peringatan kepada pelaku pelanggaran lalulintas (kecuali pelanggaran berbahaya). Kemudian petugas polantas wajib menghindari perdebatan dengan pelanggaran lalulintas di pinggir jalan. Tidak melakukan tindakan dan ucapan kasar serta tidak bersikap angkuh terhadap pengguna jalan,

Seluruh petugas polantas wajib memberi contoh kepatuhan terhadap peraturan lalulintas. Mereka wajib pula selalu bersikap bersahabat dan siap membantu pengguna jalan melalui senyum, sapa, dan salam.
Jadi, hadirnya polisi sipil yang humanis memang merupakan tuntutan zaman, jika aparat kepolisian tidak mau tertinggal dan tergilas zaman. Sebab polisi sipil yang humanis adalah salah satu dari cita-cita paradigma baru Polri. Paradigma baru ini memuat suatu nilai, sikap, dan prilaku yang menciptakan sindrom merawat serta kepedulian. Dengan kata lain, paradigma baru Polri mencerminkan karakteristik polisi sipil yang lebih cenderung caring the people dari pada use of force (Satjipto Rahardjo 2005). Dengan paradigma baru ini wajah kepolisian Indonesia, khususnya Polsek Kenduruan Polres Tuban, diharapkan menjadi lebih humanis.

Sebenarnya, pada dasarnya hubungan polisi dengan masyarakat terbagi dalam tiga katagori (Parsudi Suparlan 2004).
Pertama, posisi seimbang atau setara. Artinya, polisi dan masyarakat menjadi mitra yang saling bekerja sama dalam rangka menyelesaikan berbagai masalah sosial yang terjadi di dalam masyarakat.
Kedua, posisi polisi yang menganggap masyarakat sebagai atasannya, sehingga berbagai kebutuhan rasa aman harus dipahami dan dipenuhi oleh polisi. Dalam hal ini polisi senantiasa berupaya untuk memahami masyarakat yang dilayaninya.
Ketiga, posisi polisi sebagai pelindung dan pengayom masyarakat, sekaligus sebagai aparat penegak hukum yang dapat dipercaya.
Meskipun paradigma baru Polri menekankan aparat kepolisian harus tampil sebagai polisi sipil yang humanis, sesungguhnya salah satu dari tiga poin Tri Brata adalah pengejawantahan dari nilai-nilai polisi sipil yang humanis. Poin ketiga dari Tri Brata tersebut berbunyi “Polisi Indonesia senantiasa melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat dengan keikhlasan untuk mewujudkan keamanan dan ketertiban”, Hanya saja selama ini nilai-nilai humanis yang ditekankan Tri Brata itu selalu berhasil dikalahkan oleh nilai – nilai ekonomis, sehingga sering terjadi berbagai pengkaburan konsep kepolisian di negeri ini.

Untuk menjadi polisi sipil yang humanis ada tiga hal yang patut dilakukan oleh anggota polisi secara rutin, terus menerus, dan konsisten. Yaitu selalu bersikap empati, mau melayani sesama, dan selalu mampu mengendalikan emosi. Dalam situasi apapun dan dengan latar belakang apa pun seorang anggota polisi harus mampu berprilaku simpati, sehingga masyarakat selalu bisa merasa nyaman berada di dekatnya. Dengan adanya sikap simpati yang diberikan anggota polisi tersebut masyarakat akan merasakan bahwa polisi tersebut sesungguhnya sudah memberikan rasa empati kepada mereka. Empati berarti seorang polisi menempatkan dirinya pada posisi masyarakat. Dengan demikian, polisi itu bukan hanya memahami kebutuhan dan keinginan masyarakat tersebut, lebih dari itu ia mengenal lebih detil lagi tipe-tipe masyarakat yang berbeda, yang berada di wilayah tugasnya.

Secara jujur, imbalan yang diterima seorang polisi sesungguhnya tergantung pada pelayanan yang diberikannya kepada masyarakat. Jika nilai-nilai ini dipahami, setiap anggota polisi pasti selalu terobsesi untuk melayani masyarakat. Ia akan terus mencari cara-cara baru untuk melayani masyarakat secara lebih baik dari pada yang dilakukan sebelumnya. Sebab, inilah sesungguhnya nilai-nilai dasar dari filosofis Polri sebagai pelayan masyarakat. la akan selalu bertanya, apa sebenarnya yang dibutuhkan, diinginkan, dan diharapkan masyarakat? Apa yang dianggap bernilai oleh masyarakat? Pertanyaan ini menjadi penting karena polisi tersebut sangat menyadari bahwa masyarakat adalah komunitas yang menjadi tempatnya bergantung guna meraih sukses dalam pekerjaan.

Sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat masing-masing anggota kepolisian dituntut harus mampu mengendalikan emosinya, dalam situasi apapun. Jika tidak filosofis pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat yang diagung-agungkan Polri hanya akan menjadi isapan jempol belaka. Dalam nilai-nilai polisi sipil yang humanis, munculnya emosi negatif yang meledak-ledak di banyak kasus yang melibatkan anggota Polri adalah sebuah peringatan bahwa jajaran kepolisian agar segera mengubah persepsi (cara memandang) dan prosedur, tindakan maupun prilakunya.

Bagi kebanyakan orang, emosi sering dianggap sebagai respon spontan atas kejadian atau perbuatan orang lain terhadap kita. Namun bagi seorang anggota polisi yang sering mendapat didoktrin sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, ia harus dapat menempatkan diri dalam suasana emosi yang tepat. Artinya, luapan emosi tersebut harus sepenuhnya berada dalam kendali dirinya. Tidak lepas kontrol. Jika gagal berarti anggota polisi itu gagal pula melaksanakan doktrin sebagai pelindung. pengayom, dan pelayan masyarakat. Berbagai kegagalan tersebut hanya akan membawa dampak bagi tidak terciptanya polisi sipil yang humanis, yang menjadi idaman masyarakat, terutama masyarakat Kec. Kenduruan, Kab. Tuban

 

HUMAS POLSEK KENDURUAN

Paska Hujan Deras, Petugas laksanakan Patroli di Obyek Vital Menara Tower

tribratanewstuban.com – Untuk mencegah dan mengantisipasi gangguan Kamtibmas serta 3C yg terjadi di wil hukum Polsek Grabagan,  kapolsek Grabagan Ajun Komisaris Polisi Ali Kanafi S.H memerintahkan anggotanya agar meningkatkan giat Patroli sore hari terutama di kawasan daerah rawan dan obyek vital. Perlu diketahui bersama bahwa Grabagan memiliki beberapa Antena Radio Swasta dan Tower Operator celluler serta pemancar TVRI yang berada di bukit dusun Ngesong Ds. Grabagan.
Selain melaksanakan Patroli, anggota Polsek Grabagan juga memberikan himbauan kepada warga masyarakat sekitar agar selalu waspada dengan cuaca, mengingat saat ini menginjak musim penghujan yang dimungkinkan sewaktu waktu akan terjadi Hujan deras disertai Petir dan terjadinya Angin Puting beliung yang dapat merobohkan Antena dan Tower tersebut seperti pada Antena Radio Prada Swara Tuban yang Roboh beberapa bulan lalu.
Kapolsek Grabagan juga menitipkan pesan dan himbauan kepada watga sekitar, bahwa apabila ditemui orang yang asing dan dirasa mencurigakan ditempat tersebut agar sesegera mungkin melaporkan kepada Petugas piket jaga Polsek Grabagan agar kejadia Pencurian Aki Tower yang sempat terjadi diwilayah lain bisa kita cegah dan ditanggulangi bersama.
Grabagan(06/04/2017).

 

by humas Grabagan.

Cegah kejadian Curas dan Curanmor, Kanit Reskrim laksanakan Patroli dan himbauan kepada Petani

tribratanewstuban.com – Untuk mencegah terjadinya tindak kejahatan Curanmor diwilayah Grabagan, Polsek Grabagan meningkatkan Giat Patroli ke perkebunan dan persawahan guna mengantisipasi terjadinya Curanmor yang mengincar kendaraan roda dua milik petani yang sedang diparkir dan ditinggal bekerja dikebun.
Kapolsek Grabagan AKP Ali Kanafi S.H menekankan kepada para petugas jaga Polsek Grabagan agar setiap jam jam rawan khususnya pada saat pagi hari ketika para petani sedang berangkat bekerja,  agar meningkatkan giat Patrolinya ke perkebunan dan persawahan untuk mencegah dan mengantisipasi Tindak Kejahatan Curanmor yang mengincar kendaraan roda dua milik petani yang biasa diparkir di pinggir jalan dan tanpa pengawasan. Maka dari itu kita harus sering mengontrol daerah tersebut dan jangan bosan bosan menghimbau dan menegur para petani agar mereka tidak lengah saat meninggalkan kendaraanya tersebut. Usahakan kendaraan dikunci ganda dan ditempatkan ditempat yang aman dan mudah dijangkau apabila ada sesuatu yang terjadi,  imbuhnya.
Para petani pun merasa sangat senang dan gembira dengan adanya kegiatan patroli yang dilaksanakan oleh jajaran Polsek Grabagan tersebut, dengan adanya kegiatan itu rasa was was dan khawatir yang selama ini dirasakan oleh para petani terhadap kendaraanya  itupun bisa dibuang jauh jauh  dengan kehadiran polisi disaat mereka bekerja. Grabagan(06/05/2017).

 
By humas grabagan

Anggota Polsek Grabagan Amankan giat Pasaran guna mengantisipasi segala Gangguan Keamanan

tribratanewstuban.com – Guna mengantisipasi terjadinya kemacetan kendaraan di jalan sekitar pasar dan untuk mencegah terjadinya gangguan Kamtibmas berupa Curanmor maupun Copet, Petugas jaga Polsek Grabagan laksanakan Patroli dan pengamanan di seputar Pasar Wage Desa Grabagan.
Dalam kegiatan tersebut petugas juga memberikan hinmbauan kepada pengunjung agar memarkirkan kendaraannya ditempat yang telah ditentukan.selain untuk menghindari kemacetan, parkir disembarang tempat juga dapat menimbulkan Tindak Pidana Curanmor yang akan diperbuat oleh tangan-tangan jahil dan pelaku kejahatan.
Kapolsek Grabagan Ajun Komisaris Polisi Ali Kanafi S.H memerintahkan kepada para petugas jaga agar melaksanakan Patroli dan berikan himbauan kepada para pengunjung di Pasar Wage saat Pasaran, guna memberikan pelayanan dan rasa aman disaat melaksanakan jual beli barang.
Grabagan  (06/04/2017).

by humas grabagan

Cegah laka lantas,Polsek Plumpang Tegur Pengemudi dan Penumpang di Bak Truk

tribratanewstuban.com – Untuk mensosialisasikan aturan lalu lintas dan peduli keselamatan di jalan raya Patroli Polsek Plumpang memberikan teguran kepada Pengemudi Truk dan Penumpang yang berada di Bak Truk (Kamis , 06/ 04/ 2017).

Peneguran maupun memberikan himbauan terhadap pemakai jalan raya yang melakukan pelangaran selalu dilaksanakan oleh jajaran Polsek Plumpang pada saat melaksanakan tugas patroli di jalan raya, hal ini dikarenakan masih banyaknya pemakai jalan yang belum mematuhi peraturan lalu lintas terutama keselamatan saat berada di jalan raya.

Hal ini terbukti saat Patroli melintas di Jalan Plumpang Pakah melihat ada Truk bermuatan batu pedel dengan penumpang 2 (dua) orang yang duduk di atas bak truk. Selanjutnya truk tersebut dihentikan dan Petugas Patroli menegur Pengemudi dan Penumpangnya dan memberi arahan tentang resiko/bahaya bagi keselamatan penumpang yang berada di Bak truk, karena bila terjadi kecelakaan bisa berakibat fatal. 

Akp Sidik Haribowo,S.H., M H menjelaskan, “akan terus memberikan himbauan maupun teguran kepada pengendara angkutan barang yang mengangkut penumpang. Dan apabila masih membandel untuk menimbulkan efek jera akan kita lakukan penilangan. Karena angkutan barang bukan peruntukannya untuk memuat orang, jika terjadi kecelakaan pasti akan menimbulkan korban meninggal dan luka-luka”.

Terkadang orang tidak pernah memperhitungkan bagaimana jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Apabila menggunakan kendaraan bak terbuka seperti truk dan pick up, sangat membahayakan kepada para penumpang yang ada diatasnya dikarenakan tidak adanya pelindung yang bisa menjaga keselamatan para penumpang angkutan barang tersebut lanjut Kapolsek.

(Humas Polsek Plumpang)

 

Kepolisian Resort Tuban